Under construction
El adalah nama Ilah (Tuhan)-nya Ibrahim dalam bahasa Ibrani. Namun fakta-fakta arkeologis menunjukkan bukti bahwa El juga merupakan Ilah (Tuhan) yang disembah oleh bangsa-bangsa purba yang telah ada pada zaman nabi Ibrahim,misal, bangsa Kanaan, Mesir, Babilonia, Aram, Amorit, Ugarit, seluruh bangsa-bangsa di daerah Levant, dan sebagainya. Meskipun El yang dirujuk oleh Ibrahim dan berbagai bangsa itu satu El yang sama, namun konsep (pengenalan) mereka berbeda-beda.
Secara garis besar,konsep (pengenalan) mengenai El terbagi jadi 2,yaitu:
1.Konsep Ibrahimik
2.Konsep Non-Ibrahimik
1. Konsep Ibrahimik
Konsep Ibrahimik adalah konsep Ibrahim mengenai El yang dijabarkan dalam Alkitab. Konsep Ibrahim didasarkan pada wahyu yang El sampaikan kepada Ibrahim dan juga para nabi pasca Ibrahim. Tindakan El itu dimaksudkan agar Ibrahim dan keturunannya (baik keturunan secara ruhani maupun keturunan secara daging) memberitakan tentang El kepada bangsa-bangsa lain. Konsep Ibrahimik (Alkitab):
tidak ada elohim selain El. Dengan kata lain, konsep Ibrahimik…
menolak konsep El punya istri
menolak konsep El membina rumah tangga (apalagi sampai jadi klan/ marga/ keluarga besar)
menolak konsep El punya keturunan biologis.
“Bapak” umat manusia dan segala ciptaan dengan kata “Bapa” berdiri sebagai kata kias dengan arti: asal atau sumber segala sesuatu. Umat manusia dan segala ciptaan berasal dari El dan diciptakan oleh El.
Ilah (Tuhan) Yang Maha Kuasa dan Maha Tinggi
Sang Pencipta yang kekal
Telah ada sejak purbakala, El tidak berawal
maha bijaksana
El gibbor (El Sang Tentara)
tidak mungkin El berbohong
2.Konsep Non-Ibrahimik
Konsep Non-Ibrahimik adalah konsep bangsa-bangsa purba yang ada di sekitar Ibrahim pada waktu itu. Konsep ini diketahui dari artefak-artefak arkheologis.Konsep bangsa-bangsa purba itu sebagai berikut:
a.Kanaan
El itu:
Ilah (Tuhan) Yang Maha Kuasa dan Maha Tinggi
bapak umat manusia dan segala ciptaan. Tidak dijelaskan apakah kata “Bapak” disini dalam arti harfiah atau kah dalam arti kias.
Ilah (Tuhan) gurun pasir
mempunyai 2 istri, yaitu Athirat dan Rahmay
mempunyai 77 atau 88 anak biologis hasil perkawinannya dengan kedua istrinya. Itulah sebabnya El disebut sebagai bapaknya para dewa. Dari sekian banyak anak biologis El, dewa Yang paling terkenal adalah Hadad, Yam and Mot yang berturut-turut paralel dengan Zeus, Poseidon dan Hades.
kepala pantheon atau keluarga besar dewa. Semua dewa yang masih tergolong keturunan biologis El punya nama “El” yang ditaruh di depan nama pribadi dewa tersebut. Dari sini akhirnya muncul kata “Elohim” dalam makna jamak numerik yang berarti para “El”. Namun iman Ibrahimik menyatakan bahwa tidak ada elohim selain El. Dengan kata lain, konsep Ibrahimik menolak konsep El punya istri, membina rumah tangga (apalagi sampai jadi klan/ marga/ keluarga besar), dan punya keturunan biologis.
Ilah (Tuhan) banteng (lembu jantan) atau dewa sapi.
Maha Pencipta, Pencipta segala ciptaan
Sang Pencipta yang kekal
Telah ada sejak purbakala, El tidak berawal
berjenggot abu-abu
maha bijaksana
bapaknya semua tahun-tahun
El Gibbor (El Sang Tentara)
bisa berbohong
b.Babilonia dan Mesir
Konsep Mesir mengenai El dipengaruhi konsep Babilonia. El ini diduga kuat semula adalah Ilah (Tuhan) yang dipuja di Babilonia. Nama “Babilonia” adalah peng-Yunani-an (Helenisasi) dari kata “Babel”. Kata “Babel” berarti: gerbang El. Jadi kerajaan Babel punya makna etimologis, kerajaan yang merupakan gerbangnya El. Dugaan ini diperkuat dengan kisah Ibrahim. Dalam kisah Ibrahim diriwayatkan nabi Ibrahim berasal dari daerah Babel.El menyuruh Ibrahim keluar dari negeri itu karena masyarakat Babel menyembah Ilah selain El dan karena konsep El masyarakat Babel telah menyimpang. Menurut masyarakat Babel, El itu:
mengenakan pakaian ala pakaian Babilonia purba
dewa lembu jantan / banteng
tak berawal dan abadi