Robin: Shalom…
LS (Lingkar Studi): Shallom juga…

Robin: Anda mendalami Islamologi ya?
LS: Mendalami?

Robin: Boleh bagi ilmu ga?
LS: Kita ini lingkar studi. Namanya lingkar studi pasti dong bagi-bagi ilmu

Robin: Sori tapi kalo menurut aku Allah swt itu bukan YAHWEH
Allah swt = AL-ILAH, ayah dari AL-Alat, Al-Uzza, & Al-Manat bukan?
allah swt itu slah satu sembahan berhala orang quraish pada zaman sebelum Muhammad, yang esensinya adalah Hajar Aswad…

LS: Banyak fakta arkeologis dari kalangan umat Al Masih pra-Muhammad yang menunjukkan bahwa umat Al Masih Arabia pra-Muhammad menyembah Allah. Bahkan seorang patriarkh atau pastor atau pendeta Arabia abad ke-4 bernama Abd-Allah (Abdullah) yang berarti hamba Allah. Sebagai catatan, pastor ini mewakili jemaat Al Masih Arabia pada konsili Nicea. Tak ada keberatan dari para pemimpin jemaat yang mengikuti konsili Nicea terhadap Romo Abdullah itu bukan?

Selain itu, kepala surat gereja Arabia pra-Muhammad juga menggunakan kata “Di dalam nama Allah” (Bism Al Ilah atau Bismillah). Ini menunjukkan bahwa umat Al Masih Arabia pra-Muhammad menyembah Allah.

Lalu, apakah yang membedakan Allah yang disembah bani Quraish dengan Allah yang disembah umat Al Masih Arabia pra-Muhammad? Bukankah mereka sama-sama menyembah Allah?

Yang membedakan adalah pengenalannya.
Menurut bani Quraish, Allah itu beristri dan beranak.
Namun menurut umat Al Masih Arabia pra-Muhammad yang bukan bid’ah (bukan sekte sesat), Allah tidak beristri dan tidak pula beranak, sebagaimana yang Alkitab katakan.

Penting untuk dicatat disini, kata “Anak” dalam Al Qur’an berasal dari kata “walad” yang berarti anak biologis, sedangkan kata “Anak” dalam Injil merupakan kata kias yang merujuk kepada Ilmu (Logos)-Nya Allah.

Kasus yang identik pernah terjadi pada zaman Ibrahim.

El disembah oleh Ibraham, tapi El juga disembah oleh bangsa Kanaan, Babilonia, dan Mesir.

Lalu, apakah yang membedakan El yang disembah bangsa Kanaan dengan El yang disembah Ibrahim?Bukankah mereka sama-sama menyembah El?

Benar bahwa mereka menyembah El yang sama. Meski demikian ada pembeda diantara Ibrahim dengan bangsa Kana’an, Babilonia, dan Mesir.Yang membedakan adalah pengenalannya.
Menurut bangsa Kana’an, El itu beristri dan beranak.
Menurut bangsa Babilonia dan bangsa Mesir,El adalah dewa banteng (lembu jantan) dan berpakaian pakian Babilonia purba. Konsep El menurut Babilonia dan Mesir purba nampak dalam sisi belakang gagang belati/pisau Gebel El-Arak yang berasal dari tahun 3.300 SM – 3.200 SM berikut:

Menurut Ibrahim, El tidak beristri, tidak beranak, bukan dewa banteng, dan tidak pula berpakain, juga tidak seperti apapun, sehingga Ibrahim tidak pernah satu kalipun membuat patung El.

Identik sekali kan kasusnya?

Ibaratnya begini,semua orang Indonesia tahu bahwa presiden Indonesia saat ini adalah SBY. Meski demikian, konsep (pengenalan) SBY yang dikenal oleh keluarganya tentulah berbeda dengan konsep (pengenalan) SBY yang dikenal oleh pedagang di pasar. Pedagang di pasar tahu sosok SBY hanya dari kata orang, kata media masa, katanya, katanya dan katanya; sedangkan keluarga SBY mengenal SBY secara pribadi. Inilah penyebab konsep/pengenalan SBY dan pedagang di pasar itu berbeda. Meski pedagang di pasar merujuk ke sosok yang sama dengan sosok yang dirujuk oleh keluarganya, namun konsep/pengenalan/pemahaman mereka terhadap sosok SBY itu sangatlah berbeda.

Itulah yang terjadi dengan kasus El antara Abraham dengan bangsa Kanaan, Babilonia,dan Mesir. Juga itu pula yang terjadi dengan kasus perbedaan konsep dan pengenalan Allah antara umat Al Masih Arabia purba dan bani Quraish. Dalam analogi SBY itu, umat Al Masih dan Abraham itu ibarat keluarga SBY, sedangkan bangsa Kanaan dan bani Quraish itu ibarat pedagang di pasar.Yang satu mengenal secara pribadi atas dasar wahyu Allah sendiri, sedangkan yang satunya lagi mengenal tidak secara pribadi, hanya kira-kira saja, dan hanya kata orang semata.

Kalau anda mencermati konsep Allah swt dalam Al Qur’an, konsepnya relatif lebih mendekati konsep umat Al Masih Arabia (baik umat Al Masih pra-Muhammad maupun konsep Allah dalam Alkitab, khususnya Alkitab bagian Perjanjian Lama) daripada konsep Allah menurut bani Quraish.

Bukan hanya itu… Kata “Allah” (dibaca Alloh) itu masuk ke Arabia dari umat Al Masih purba.

Kata tersebut berasal dari bahasa Aram. Ini bisa dibuktikan secara fonologi maupun secara morfologi.

Secara fonologi, kata “Allah” (Alloh) berasal dari kata “Alaha” (baca: Aloho). Ini adalah sapaan YHWH dalam bahasa Aram selain sapaan “Moryo”. Karena Yesus dan 12 murid berbahasa Aram, maka kata ini yang diperkenalkan kepada bangsa Arab ketika Injil masuk ke Arabia pada sekitar tahun 30 M.Bangsa Arab menyerap kata “Alaha” (Aloho) itu menjadi kata “Allah” (Alloh) setelah melalui proses kebahasaan (penyesuaian dengan lidah Arab).

Secara morfologi, kata “Alaha” (Aloho) dalam bahasa Aram itu berarti the God (Al Ilah).Bentuk konstruk dari kata “Al Ilah” adalah kata “Allah” (Alloh).

Nama ini berpadanan secara identik dengan nama “ha elohim” (bahasa Ibrani), “ho theos” (bahasa Yunani), dan “Alaha” (bahasa Aram).Arti nama tersebut adalah: Tuhan (Ilah) yang satu itu. Arti “satu” diketahui dari bentuk tunggal kata yang tidak pernah berbentuk jamak tersebut.

Sejarah bahwa umat Al Masih berbahasa Aram yang memperkenalkan kata “Allah” ke dalam bahasa Arab kiranya justru makin mengokohkan kita mengenai penggunaan kata “Allah” di Indonesia tercinta ini.

Kata “Allah” juga dipakai oleh Yahudi baik Yahudi yang berbahasa Ibrani maupun yang berbahasa Arab, juga oleh umat Al Masih Arabia hingga saat ini dengan makna yang merujuk ke YHWH, yaitu Ilahnya Ibrahim.

Ajaran anti Allah itu berangkat dari theologi Barat yang mengidap penyakit fobia-Islam.Jadi semua yang berbau Islam langsung dicap salah tanpa mau mempelajari bagaimana yang seharusnya.Padahal kata “Allah” dipakai oleh umat Kristus berabad-abad sebelum lahirnya nabi Muhammad (571 M). Ajaran anti-Allah seolah-olah sedang memberitakan Injil, tapi benarkah demikian? Injil Al Masih adalah Injil kasih dan damai sejahtera. Apakah ajaran-ajaran anti Allah itu mencerminkan kasih dan damai sejahtera? ataukah justru menyebarkan kebencian yang merupakan lawan dari hakikat Injil itu sendiri? Ajaran baru tersebut perlu kita uji lagi dengan Injil. “Ujilah segala sesuatu…” demikian kata Paulus.

Robin: Mohon dikoreksi jika ada yang salah…Saya masi baru belajar tentang ISlamologi

LS: Sekedar saran, pelajari juga Islamologi dari asalnya, jangan dari Barat atau theologi yang berasal dari barat. Islamofobia di barat itu kuat, bisa-bisa kita ketularan juga.Akibatnya kita makin sulit mengasihi umat mayoritas di negeri ini. Padahal hukum Al Masih demikian “Kasihilah sesamamu manusia seperti mengasihi dirimu sendiri”

Injil juga mengajar kita berlaku hormat kepada setiap orang… Apakah nabi Muhammad orang? Jika anda mengatakan “Ya”, maka dia pun perlu kita hormati sebagaimana kita menghormati semua orang dan semua tetangga-tetangga kita.Injil tidak pernah mengajarkan kita membenci manusia, melainkan mengajarkan kita untuk mengasihi manusia.Betul?

Tak kenal maka tak sayang.

Karena kenal,maka kita sayang.

Artinya:

Untuk bisa mengasihi, kita perlu mengenalnya secara lebih mendalam.
Bila kita makin mengasihi, maka kita tahu bahwa pengenalan kita benar.
Bila kita makin membenci,maka kita tahu kita tidak mengenal secara benar.

Apakah dengan pengetahuan anda yang sekarang ini kasih anda kepada itu makin dalam? Atau kah sikap antipati anda yang justru makin dalam.

Dari uraian singkat di atas kiranya dapat disimpulkan bahwa Allah SWT itu identik dengan YHWH. Tentang hal ini telah pula kami singgung dalam seri 1.6

Image di bawah juga mencerminkan pemahaman bahwa YHWH itu adalah Allah dan bahwa Allah adalah YHWH.

Robin: (Study: dapat disimpulkan bahwa Allah SWT itu identik dengan YHWH). Benarkah demikian kak?
LS: Benar demikian. Maksudnya, nama Allah dan nama YHWH itu merujuk kepada satu sosok Ilah yang sama, yaitu Ilah yang disebut Ibrahim dengan nama “‘El” atau “‘Il”. Sedangkan secara konsep, konsep Allah dalam Al Quran itu dekat dengan konsep Allah dalam kitab-kitab Perjanjian Lama. Kedekatan itu dapat dipahami, mengingat banyaknya ayat-ayat dalam Al Quran yang paralel dengan ayat-ayat dalam Alkitab mencapai sekitar 80%.

Robin: Memang secara etimologi, penggunaan kata Allah, digunakan oleh orang2 kristen pada masa pra-muhammad.
LS:Lebih tepatnya bukan Kristen.Karena menurut Alkitab Perjanjian Baru, yang disebut Kristen hanyalah umat Al Masih di Asia Kecil dan Eropa (baca seluruh surat Petrus). Di daerah Palestina disebut sebagai pengikut Jalan TUHAN atau Jalan Lurus. Dalam bahasa Arab, disebut sebagai Al umah Al Masihiyyah (umat Al Masih), Al Jama’ah Al Masihiyyah (Jemaat Al Masih) atau Nasrani (Nasrani=Pengikut Orang Nazareth). Terdapat bukti-bukti Arkheologis dari masa pra-Muhammad bahwa umat Al Masih telah menggunakan kata “Allah (baca:Alloh)” dalam makna yang identik dengan kata Aram “Alaha (baca: Aloho)”, kata Ibrani “ha Elohim”, dan kata Yunani “ho theos” yang mana semuanya itu merujuk kepada YHWH-nya nabi Musa atau El-nya nabi Ibrahim.

Robin: Tapi bagaimana dengan dewa bulan Al-Ilah?yang mempunyai 3 anak? bukankah yang dijadikan Allah oleh Muhammad adalah Al-lah dan bukannya YHWH?
LS: Dewa bulan itu dalam konsep Arab purba itu bukan Allah, tapi Al Maqah.Ini dibuktikan dengan prasasti yang ditemukan di daerah Arab Sheba (Saba’a), sekarang Yaman. Sedangkan dewi bulan itu Al-lata (Al Ilahat).

Robin: Dan Allah swt yang dimaksud muhammad adalah Hajar Aswad dan bukan YAHWEH?

BUKHARI, Volume 2, Book 26, Number 697: Diriwayatkan oleh Ibn Abbas.: Rasul Allah melakukan Tawaf (kabah) dengan naik unta (saat itu kaki nabi sedang terluka). Ketika sampai ke sudut (yang ada batu hitam) dia menunjuk kearah batu itu memakai sesuatu pada tangannya dan berkata, “Allahu-Akbar.”

Hadis Sahih Muslim 1190 “Tatkala Rasulullah SAW tiba di Mekah, mula-mula beliau datangi Hajar Aswad lalu beliau mencium.”

Hadis Sahih Muslim 1150 Sebelum mencium Hajar Aswad itu, Muhammad mengucapkan: “Labbaik allahuma labbaik” yang berarti : “Ya Allah atas panggilanMu aku datang kepadaMu.”

ABU DAWUD, Book 10, Number 1813: Diriwayatkan Abdullah ibn Abbas: Nabi (pbuh) berkata: Orang yang melakukan umrah harus berteriak talbiyah sampai dia menyentuh Batu Hitam.
[Talbiyah = "Ya Allah, aku datang memenuhi undanganmu. Tiada sekutu bagimu..."]

dari hadist-hadist diatas, saya dapat menangkap, bahwasanya Muhammad SAW MEM-PERSONIFIKASIkan Hajar Aswad dengan Allah SWT.
Disini Jelas. Allah swt(Islam) Tidak identik dengan Allah YAHWH… sama sekali tidak… Muhammad pun menciumi hajar aswad dan memanggilnya “Allah”

LS: Wah, kl tafsirannya gitu ya kelihatannya seolah-olah memang gituu,tapi tafsirannya tidak demikian, tidak seperti yang anda katakan. Anda mungkin pernah mencium tanda salib atau pernah melihat orang mencium tanda salib.Apakah orang yang mencium tanda salib sambil berkata “dalam nama Tuhan” juga menyembah tanda salib/gambar salib sebagai tuhannya?Tentu tidak bukan? Pernah melihat orang menggenggam erat2 salib sambil memanggil “Yesus”?Kl belum, anda perlu berteman dengan orang yang penghayatan imannya demikian. Apakah itu berarti salib itu Yesus? Apakah salib itu personifikasi dari Yesus?Tidak bukan?

Kl anda ingin memahami Islamologi dengan lebih baik,jangan hanya pakai sepenggal-sepenggal ayat saja, bisa keliru.

Cara berpikir anda mirip dengan cara berpikir orang garis keras Islam yang benci sekali melihat orang memakai kalung salib karena mereka berpikir orang Kristen men-Tuhan-kan salib itu. Apalagi kalau mereka melihat orang Kristen mencium salib atau berdoa membentuk tanda salib. Mereka berpikir persis seperti anda. Mereka berpikir kalung salib dan tanda salib itu personifikasi Tuhan. Itulah Tuhannya orang Kristen. Begitu pikir mereka.

Salah paham? Ya jelas!!

Anda juga sama salah pahamnya dengan mereka dengan berpikir demikian.

Tindakan nabi Muhammad dalam hadits yang anda sebutkan itu memang tidak mudah dipahami, karena memang tidak ada rujukan dalam Al Quran mengenai apa arti dari sebuah batu.
Namun tindakan nabi Muhammad itu justru mudah dipahami bila kita melihat kepada Alkitab. Dalam Alkitab disebutkan bahwa batu diletakkan di suatu tempat sebagai tanda tempat beribadah.

Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: “Sesungguhnya ALLAH ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya.”
Ia takut dan berkata: “Alangkah dahsyatnya tempat ini.
Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga.”
Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu menjadi tugu dan menuang minyak ke atasnya.
(Taurat, Kejadian 28:16-18)

Dengan merujuk kepada Alkitab, maka tindakan nabi Muhammad itu dapat dipahami, karena Alkitab menjelaskan makna dari batu.

Konsep Allah dalam Al Quran itu sangat mendekati konsep Allah dalam Alkitab Perjanjian Lama.Bahkan sekitar 80% isi Al Quran itu paralel dengan Alkitab, khususnya perjanjian lama.

Anda belajar Islamologi sepertinya dari orang yang fobia Islam,jadi tidak akan paham apa yang ada dalam pikiran mereka itu.

Robin: Saya punya satu pertanyaan lagi… apakah anda beriman kepada ISA ALLAHISALAM, sebagai juruselamat?
LS: Tentang Lingkar Studi ini dapat dibaca dalam profil lingkar studi ini.

Incoming search terms:

tauhid keesaan allah (16) hadist tentang keesaan tuhan (3) Situs Babilonia (2) al hadits keesaan (2) hadist tentang keesaan (2) hadis sahih nabi tentang keesaan allah (2) apa yang disembah babilonia jaman dahulu (2) hadits tentang keesaan tuhan (2) Sebelum mencium Hajar Aswad itu Muhammad mengucapkan: Labbaik allahuma labbaik yang berarti : Ya Allah atas panggilanMu aku datang kepadaMu (1) makalah tentang tauhid keesaan allah (1) makalah tauhid tentang keesaan allah (1) hadits tentang keesaan allah (1) hadits keesaan tuhan (1) hadist tentang keesaan tuhan satu (1) allah swt bukan yahweh (1) tauhid keesaan allah swt (1)