Pertanyaan

Injil Yohanes, walaupun dalam daftar nama murid Yesus (Matius 10:2-4) disebutkan nama Yohanes bin Zebedeus tetapi penulis Injil Yohanes itu bukanlah Yohanes bin Zebedeus melainkan Yohanes lain yang tidak diketahui asal-usulnya.Buktinya sebagai berikut:Dalam Matius 17:1-6 diceritakan bahwa pada suatu hari Petrus, Yakobus, dan Yohanes diajak Yesus untuk naik ke puncak gunung yang tinggi. Di sana Yesus berubah,wajahnya bercahaya seperti matahari dan pakaiannya menjadi putih bersinar terang sehingga mereka sangat bahagia.Peristiwa ini diabadikan juga oleh Markus 9:1-13 dan Lukas 9:28-36.

Nah, jika penulis Injil Yohanes itu adalah Yohanes bin Zebedeus, pastilah peristiwa itu diabadikan dalam Injilnya karena peristiwa ini sangat penting baginya sebagai pelaku langsung. Mengapa Yohanes tidak mencantumkan pengalaman ini dalam Injilnya? Mengapa justru Matius,  Markus,dan Lukas yang menulisnya dalam Injil mereka padahal mereka tidak mengalaminya sendiri? Maka jelaslah bahwa Injil Yohanes bukan ditulis oleh Yohanes bin Zebedeus, murid Yesus. Bila tetap dipaksakan bahwa penulis Injil Yohanes adalah Yohanes bin Zebedeus, bukankah ini berarti dia adalah seorang penulis yang (Maaf) ceroboh dan ingatannya lemah (pelupa) karena tidak menuliskan pengalaman pribadinya bersama Yesus yang sangat penting?

Jawaban

Ada beberapa pertanyaan dalam pertanyaan tersebut yang tidak terjawab oleh saudara penanya, sehingga mengakibatkan saudara penanya mengambil kesimpulan “Maka jelaslah bahwa Injil Yohanes bukan ditulis oleh Yohanes bin Zebedeus,murid Yesus”. Pertanyaan-pertanyaan tak terjawab tersebut adalah:

  1. Mengapa Yohanes tidak mencantumkan pengalaman ini dalam Injilnya? Bukankah ini berarti dia (Yohanes bin Zebedeus) adalah seorang penulis yang (Maaf) ceroboh dan ingatannya lemah (pelupa) karena tidak menuliskan pengalaman pribadinya bersama Yesus yang sangat penting?
  2. Mengapa justru Matius,Markus,dan Lukas yang menulisnya dalam Injil mereka padahal mereka tidak mengalaminya sendiri?

Yohanes bin Zebedeus menulis Injil Yohanes pada sekitar tahun 90 Masehi, atau 25 tahun setelah Paulus wafat. Pada saat Yohanes menulis Injil, Yohanes menduduki posisi yang sangat penting, yaitu pemimpin jemaat Antiokhia. Kita masih bisa melihat jejak jemaat asuhan Yohanes ini pada jemaat Siria. Tokoh terkenal dalam sejarah Islam dari jemaat asuhan Yohanes bin Zebedeus antara lain:

  1. Siti Khadijjah
    Siti Khadijjah adalah istri Nabi Muhammad. Seorang wanita yang salehah. Ditilik dari pakaian Siti Khadijjah, mungkin sekali Siti Khadijjah bukan hanya jemaat Al Masih biasa, melainkan seorang biarawati. Siti Khadijjah adalah pendukung Nabi Muhammad yang terutama.
  2. Waraqah bin Naufal
    Waraqah bin Naufal adalah Patriakh/ Uskup/ Imam Mekah, Paman Nabi Muhammad yang menikahkan Nabi Muhammad dengan Siti Khadijjah, pembimbing spiritual Nabi Muhammad ketika pertama kali mendapatkan wahyu di gua Hira
  3. Halimah (Halimahtus Sa’adiah)
    Halimah adalah ibu angkat Nabi Muhammad
  4. Rahib Bahira
    Rahib Bahira adalah seorang Rahib dari jemaat Assyrian (Siria) yang “Paus” atau Imam pertamanya adalah Yohanes bin Zebedeus.

Ketika Yohanes menulis Injil Yohanes, umat Al Masih telah memegang 3 Injil, yaitu Injil Markus (± 30an-50an M), Injil Matius (±70 M), dan Injil Lukas (± 75M). Dengan jarak yang terbentang cukup jauh antara penulisan 3 Injil tersebut dan penulisan Injil Yohanes, maka 3 Injil tersebut telah tersebar luas di kalangan jemaat Al Masih (termasuk di kalangan jemaat Al Masih asuhan Yohanes bin Zebedeus), saat Yohanes menulis Injil Yohanes.

Ketiga Injil tersebut telah menceritakan pokok-pokok ajaran, teladan, dan sejarah Isa Al Masih secara cukup lengkap. Sebagai misal, mengenai kelahiran Isa Al Masih telah cukup lengkap diceritakan oleh ketiga Injil itu. Dengan menggabungkan informasi dari ketiga Injil tersebut, maka jemaat asuhan Yohanes sudah dapat mengetahui secara cukup lengkap bagaimana kisah kelahiran Isa Al Masih. Karena sudah cukup lengkap, Yohanes tidak lagi mencantumkan kisah kelahiran Isa Al Masih dalam Injil Yohanes yang ditulisnya. Dengan kata lain, Yohanes tidak menuliskan kisah kelahiran Isa Al Masih bukan karena Yohanes itu tidak tahu, ceroboh, atau pelupa, melainkan karena telah cukup lengkap diceritakan oleh Injil Markus, Injil Matius, dan Injil Lukas yang telah beredar luas di kalangan umat Al Masih.

Bila kita cermati Injil Yohanes, maka kita akan melihat bahwa Injil Yohanes berisi kisah-kisah yang tidak dituliskan oleh Markus bin Petrus, Matius, dan Lukas. Bukan karena Yohanes tidak tahu, lupa, atau ceroboh, melainkan karena kisah-kisah tersebut sudah cukup lengkap dimuat oleh tiga Injil yang lain, sebagaimana yang kami contohkan dengan kisah mengenai kelahiran Isa Al Masih. Banyak bagian dari Injil Yohanes menutup lubang-lubang kisah yang tidak dituliskan oleh ketiga penulis Injil yang lain. Karena itu, dengan menggabungkan informasi dari tiga penulis Injil dan dari Yohanes, maka diperoleh gambaran yang lebih utuh, sebagaimana kita mendapatkan gambaran yang lebih utuh setelah keping-keping jigshaw puzzle menempati posisinya secara tepat.

Dengan mengetahui hal tersebut, maka kita dapat mengetahui bahwa kisah Isa dimuliakan di atas gunung tidak dituliskan lagi oleh Yohanes karena sudah cukup lengkap dituliskan oleh Injil Markus bin Petrus (Markus 9:2-8), Matius (Matius 17:1-8), dan Lukas (Lukas 9:28-36) serta Petrus (2 Petrus 1:17-18) yang beredar luas di kalangan jemaat pada masa itu. Kisah tersebut tidak dituliskan lagi oleh Yohanes bukan karena Yohanes ceroboh dan pelupa. Selain itu, Yohanes juga tidak menceritakan semua yang ia ketahui mengenai Isa Al Masih karena bila semua kisah mengenai Isa Al Masih dituliskannya , maka duniapun tidak sanggup memuat semua kisah itu.

25 Masih banyak hal-hal lain lagi yang Isa Al Masih perbuat tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu. (Yohanes 21:25)

Ini berarti apa yang dituliskan oleh Yohanes dalam Injil Yohanes adalah pokok-pokok terpenting mengenai Isa Al Masih yang belum dibahas secara cukup luas dan mendalam oleh para penulis Injil yang lain.

Lalu darimana Markus, Matius, dan Lukas yang tidak mengalami peristiwa itu sendiri bisa mengetahui cerita tersebut bahkan menuliskannya?

Markus adalah putra Petrus (1 Petrus 5:13). Tentulah dia mengetahui hal tersebut dari bapaknya. Sementara Lukas adalah cucu murid Isa Al Masih atau murid dari para Hawariyyun (12 sahabat Isa), sehingga dapat diketahui bahwa Lukas mengetahui hal tersebut dari para gurunya itu. Matius adalah salah seorang Hawariyyin. Matius mengetahui hal tersebut dari Petrus, Yohanes, dan Yakubus yang cukup dekat dengannya karena sama-sama termasuk 12 sahabat Isa Al Masih.

Dari uraian di atas kiranya dapat diketahui bahwa apa yang dituliskan oleh Yohanes dalam Injil Yohanes adalah pokok-pokok terpenting mengenai Isa Al Masih yang belum dibahas secara cukup luas dan mendalam oleh para penulis Injil yang lain. Injil Yohanes dituliskan untuk melengkapi pokok penting kisah mengenai Isa Al Masih yang belum tertulis dalam Injil Markus, Matius, dan Lukas yang beredar luas di kalangan jemaat pimpinan Yohanes kala itu. Sementara Markus, Matius, dan Lukas mengetahui hal tersebut dari Petrus, Yohanes, dan Yakubus yang mengalami sendiri peristiwa itu.

Sekedar saran dari kami, jangan menyimpulkan bahwa sesuatu adalah salah hanya karena tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai sesuatu itu. Lebih baik carilah jawabannya, misal dengan menyelidiki sendiri ataupun bertanya kepada orang lain yang kira-kira mengetahui jawaban atas pertanyaan tersebut. Jika bertanya kepada orang yang tidak tahu kan percuma, seperti orang buta menuntun orang buta, sebagaimana sabda Sayyidina Isa Al Masih Al Kalamullah dalam Matius 15:14 dan Lukas 6:39:

Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang.” (Matius 15:14)

Isa Al Masih mengatakan pula suatu perumpamaan kepada mereka: “Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?”(Lukas 6:39)

Incoming search terms:

yohanes penulis injil (3) biografi yohanes murid yesus (2) asal usul yohanes menurut injil (1) asal-usul murid yakobus zebedeus (1) matius penulis injil bukan murid yesus (1) penulis kitab wahyu bukan yohanes bin (1) riwayat hidup yohanes bin zebedeus (1) sejarah penulisan injil yohanes (1) www rasul yohanes com id (1)