Pertanyaan :
Bagaimana jawaban anda terhadap pertanyaan Isa Al Masih dalam Injil Matius 22:43?
Jawab :
Perlu diperhatikan, pertanyaan tersebut bukan ditujukan kepada murid-murid Isa Al Masih, melainkan ditujukan kepada orang Farisi (Injil Matius 22:41).
Dalam pemahaman orang Farisi, Mesias (Al Masih) adalah anak (keturunan) Daud secara biologis. Istilah “anak biologis” disini adalah anak hasil pembuahan sel telur oleh sel sperma atau anak hasil “hubungan suami-istri”.
Andai pemahaman orang Farisi bahwa Mesias (Al Masih) itu anak (keturunan) biologis Daud, bagaimana mungkin Daud menyebut anak (keturunan) biologisnya itu sebagai tuannya? Dalam konsep Ibrani purba hal ini tidak mungkin terjadi, karena para leluhur raja (ayah, kakek, buyut, dst) adalah pihak yang memperanakkan raja, sehingga mereka bukanlah hamba raja, jadi tidak mungkin menyebut raja dengan sebutan tuan. Tafsiran orang Farisi itu kontradiktif. Yang kontradiktif bukanlah kitabnya, melainkan tafsirannya.
Menurut kitab-kitab para nabi dari era pra-Masihi, Al Masih itu memang keturunan (anak) Daud, namun kitab Zabur juga menyatakan bahwa Daud menyebut Al Masih itu dengan sebutan tuan.
Untuk dapat disebut sebagai keturunan (anak) Daud, Mesias (Al Masih) harus lahir dari melalui pasangan anak (keturunan) perempuan Daud secara biologis dan anak (keturunan) laki-laki Daud secara biologis pula. Di lain pihak, untuk dapat disebut Tuan oleh Daud, Al Masih itu haruslah bukan anak biologis dari pasangan suami-istri tersebut. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Inilah teka-teki yang tidak dimengerti oleh orang-orang Farisi sehingga mereka terdiam tanpa bisa menjawab pertanyaan tersebut.
Apa yang sulit dan tak bisa dimengerti oleh orang Farisi itu ternyata mudah saja bagi Allah. Allah hanya tinggal menciptakan kodrat insani Isa Al Masih secara langsung dalam rahim Maryam (Injil Matius 1:20; Injil Lukas 1:35) sebelum Maryam menikah dengan Yusuf (Injil Matius 1:18) dan masih perawan (Injil Lukas 1:27). Ini perlu untuk menunjukkan bahwa embrio bayi Isa Al Masih (kodrat insani Isa Al Masih) bukanlah anak hasil seksual antara Yusuf dan Maryam, melainkan langsung diciptakan oleh Allah (Injil Matius 1:20; Injil Lukas 1:35). Maryam adalah anak (keturunan) biologis Daud (Lukas 3:23-31). Setelah dalam rahim Maryam berisi bayi Isa Al Masih, Allah menitahkan Yusuf untuk menikahi Maryam (Injil Matius 1:18-24). Yusuf adalah anak (keturunan) biologis Daud (Injil Matius 1:6-16). Sehingga, ketika bayi Isa Al Masih dilahirkan oleh Maryam (Injil Matius 1: 16, 25; Injil Lukas 2:6-7), Yusuf telah menjadi suami Maryam (Injil Matius 1:24). Dengan demikian, secara adat budaya dan secara hukum Taurat, Isa disebut Isa bin Yusuf bin Daud, baik melalui jalur Yusuf (Injil Matius 1: 6-16) maupun melalui jalur Maryam (Lukas 3:23-31). Allah juga menggerakkan pemerintah Roma untuk mengadakan sensus penduduk, sehingga secara hukum dunia dan secara administrasi pemerintahan pun Isa disebut Isa anak (keturunan) Yusuf, anak (keturunan) Daud.
Kiranya dapat dimengerti mengapa Isa yang adalah anak (keturunan) Daud disebut Daud dengan sebutan tuan.
Incoming search terms:
Silsilah isa almasih (11) istilah pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban (2) Maryam adalh putri dari? (2) matius 22:43 (1) pertanyaan injil lukas (1) pertanyaan matius (1) pertanyaan yang tidak perlu dijawab disebut (1) sebutan dari pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban (1) sebutan untuk anak dan masih didalam kandungan (1) konsep anak daud menurut injil matius (1) Istilah untuk pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban (1) istilah pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban (1) istilah pertanyaan yang tak perlu jawaban (1) istilah pertanyaan tidak perlu jawaban (1) istilah pertanyaan tidak memerlukan jawaban (1) istilah pertanyaan tidak membutuhkan jawaban (1) injil lukas ditujukan kepada (1) daud mesias (1)
