Under construction El adalah nama Ilah (Tuhan)-nya Ibrahim dalam bahasa Ibrani. Namun fakta-fakta arkeologis menunjukkan bukti bahwa El juga merupakan Ilah (Tuhan) yang disembah oleh bangsa-bangsa purba yang telah ada pada zaman nabi Ibrahim,misal, bangsa Kanaan, Mesir, Babilonia, Aram, Amorit, Ugarit, seluruh bangsa-bangsa di daerah Levant, dan sebagainya. Meskipun El yang dirujuk oleh Ibrahim dan [...]
Dalam Injil (Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes) terjemahan LAI (Lembaga Alkitab Indonesia) yang menggunakan bahasa Indonesia ragam lembaga itu (ragam LAI), istilah “Roh Kudus digunakan” untuk menterjemahkan frase του/ α`γι,ου πνευ,ματος, πνευ,ματος α`γι,ου, το. πνευ,ματος του/ α`γι,ου, το. α[γιον πνευ/μα, το. πνευ/μα το. α[γιον, dan πνευ/μα α[γιον. Kata “pneumatos” bersinonim dengan kata “pneuma”. Untuk mudahnya, [...]
Kata kias “Bapa” merujuk kepada Allah (YHWH/El) Sang Pencipta telah kita pelajari pada seri sebelumnya. Makna kata kias “Bapa” yang merujuk kepada Allah adalah : 1. Segala sesuatu berasal dariNya (1 Kor 8 : 6a) avllV h`mi/n ei-j qeo.j o` path.r evx ou- ta. pa.nta kai. h`mei/j eivj auvto,n (PROS KORINQIOUS A 8:6a) Namun bagi [...]
Dalam bahasa Indonesia ragam umum, tidak dikenal kata “allah” (kata “Allah” yang ditulis dengan huruf awal huruf kecil), karena dalam bahasa Indonesia ragam umum, kata “Allah” adalah nama diri. Dalam tata bahasa Indonesia, nama diri ditulis dengan diawali huruf besar (huruf capital). Singkatnya,bahasa Indonesia ragam umum mengenal kata “Allah”,tapi tidak mengenal kata “allah”. So, kata [...]
Berikut contoh perbedaan kata umum (generic name) dan nama diri (proper name). Table 1 Contoh Perbedaan Kata Umum dan Nama Diri No Kata Umum Nama Diri 1. Bunga Mawar, Melati, Anggrek, Tulip, Teratai, …. dst 2. Negara Jepang, India, Indonesia, Inggris, Mesir,…. dst 3. Orang/Manusia Andi, Irma, Joni, Novi, …. dst 4. Benua Eropa, Asia, [...]
Dalam Alkitab terjemahan, pronoun (kata ganti) persona ke-3 tunggal dari kata אֱלֹֹהִים `Ėlōhîm adalah kata “Dia” (bhs Ind) dan “He” (bhs Ing). Kata “He” (bhs Ing) menunjukkan bhw obyek yg dirujuk dg kata itu memiliki jender maskulin (pria, laki-laki). Akibatnya, muncul anggapan keliru bhw אֱלֹֹהִים `Ėlōhîm itu berjender maskulin (berjenis kelamin pria). Kata ganti “He” [...]
