Pertanyaan
Kapankah Baesa meninggal?
- Baesa meninggal ketika masa 26 tahun pemerintahan Raja Asa (I Raja-raja 16: 6,
- Baesa mendirikan sebuah negeri ketika masa 36 tahun pemerintahan Raja Asa (II Tawarikh 16: 1)
Bagaimana mungkin orang yang telah wafat pada tahun 26 bisa berperang pada tahun 36? Apakah orang mati bisa berperang?
Jawab:
Kemudian Baesa mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di Tirza. Maka Ela, anaknya, menjadi raja menggantikan dia. Juga dengan perantaraan nabi Yehu bin Hanani firman ALLAH telah datang melawan Baesa dan melawan keluarganya, baik karena segala yang jahat yang telah dilakukannya di mata ALLAH, sehingga ia menimbulkan sakit hati ALLAH dengan perbuatan tangannya, dan dengan demikian menjadi sama seperti keluarga Yerobeam, maupun oleh karena ia telah membunuh Yerobeam. Dalam tahun kedua puluh enam zaman Asa, raja Yehuda, Ela, anak Baesa, menjadi raja atas Israil di Tirza. Ia memerintah dua tahun lamanya.
(I Raja 16:6-8)
Pada tahun ketiga puluh enam pemerintahan Asa majulah Baesa, raja Israil, hendak berperang melawan Yehuda. Ia memperkuat Rama dengan maksud mencegah lalu lintas kepada Asa, raja Yehuda.
(II Taw 16:1)
Sepertinya maksud pertanyaan saudara penanya bukannya “Baesa mendirikan sebuah negeri ketika masa 36 tahun pemerintahan Raja Asa (II Tawarikh 16: 1)” karena Baesa pada tahun tersebut tidak mendirikan negeri, melainkan berperang dengan Asa dan memperkuat kota Rama. Mohon lihat dan baca ayat II Taw 16:1 secara lebih teliti.
Sepertinya maksud pertanyaan saudara penanya adalah:
Kapankah Baesa meninggal?
- Baesa meninggal ketika masa 26 tahun pemerintahan Raja Asa (I Raja-raja 16: 6,
![]()
- Baesa berperang dengan Asa dan memperkuat kota Rama ketika masa 36 tahun pemerintahan Raja Asa (II Tawarikh 16: 1)
Perbedaan antara I Raja-raja 16: 6, 8 dengan II Tawarikh 16: 1 terletak pada cara menghitung tahun yang digunakan oleh kedua ayat tersebut. Ayat I Raja-raja 16: 6, 8 menghitung tahun dengan perhitungan tahun yang dihitung sejak Asa naik tahta menjadi raja, sedangkan II Tawarikh 16: 1 menghitung tahun dengan perhitungan tahun yang dihitung sejak Kerajaan Israil pecah menjadi kerajaan Israil Utara atau kerajaan Israil dengan raja pertama pasca perpecahan bernama Yerobeam dan kerajaan Israil Selatan atau kerajaan Yehuda dengan raja pertama pasca perpecahan bernama Rehabeam.
Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar di bawah ini:

Dengan mengetahui cara perhitungan tahun tersebut, misteri Baesa pun terpecahkan. Dengan demikian, satu lagi yang dianggap oleh sebagian orang sebagai kontradiksi Alkitab ternyata bukanlah kontradiksi.
I Raja-raja 16: 6, 8 dan II Tawarikh 16: 1 membingungkan khalayak pembaca karena pembaca menghitung cara hitung waktu yang dipakai dalam teks purba yang berasal dari sekitar 3.000 tahun yang lalu itu dengan cara hitung kontemporer (saat ini). Cara hitung waktu dalam teks purba dihitung dengan cara hitung waktu purba yang sejaman dengan teks itu agar tidak salah paham. Selain terjadi pada kasus Baesa, hal ini juga terjadi pada kasus umur Ahazia.
Incoming search terms:
kontradiksi dalam injil (2) kontradiksi injil (2) baesa meninggal (1) kasus umur baesa (1) teks alkitab (1) umur baesa beda penanggalan (1)


