Kamu itu lahirnya Rabu Anu, ga cocok kerja di Situ…
Kamu itu lahirnya Senen Anu, cocoknya kerja di tempat yang banyak Itu-nya…
Syair itu sering kita dengar belakangan, entah lewat radio ataupun telepisi, selalu mengajak kita untuk berdansa melewati kemungkinan dan menari menembus batas akal. Jaman yang semakin ruwet, memenuhi ramalan Jayabaya, membuat manusia semakin jauh dari hati, semakin menjauh sebenarnya. Ketidakmampuan memenuhi harapan hidup, kekurangan kebutuhan, tuntutan pasangan hidup, bahkan beban anak-anak (BEBAN..?!?) membuat kepala-kepala mahkluk yang katanya memiliki intelegensia itu jatuh bebas sampai -mungkin- lebih primitif daripada para bintang iklan operator eXtra Large itu.
Sebagai anggota dari perserikatan mahkluk-mahkluk yang mungkin masih bisa dianggap berakal -itupun barangkali-, sedih itu ada, tetapi sedih itu tidak membantu ketika neuron-neuron bergerak reaktif terhadap stimulus berkategori high-effect yang terus menerus menggerus bagian otak yang disebut “HATI.
Jadi, masih adakah berlian itu di lubuk hati -bukan kolam ikan- yang berkilau membuat sinar mata jernih menentang polusi, kreatif keluar dari jalur peradaban, bertahan diterpa asam dunia?
Hakikatnya, kita semua itu bagai berlian, tetapi berlian diantara tumpukan sampah. Jadi, kita itu BERLIAN apa SAMPAH?!?
Btw, ada yang berani ngiklan gini ga’ ya?
“Kamu itu lahirnya Jumat Anu, ga cocok hidup…” (-.-’)
tak perlu ngomentari primbon iklan karena intinya ya jualan agar laris. makin banyak promosi berarti makin sepi dan tipis income suatu lembaga. jadi semakin gencar berpromosi… tentu sangat sunyi tamu menghampiri. agar pembeli kian banjir, ya diundang dengan reklame yang membanjir hingga tidak perlu kita pikir.
Namanya juga iklan…selalu profit yg diutamakan tanpa pernah mikir pola pikir masyarakat yang memang sengaja mereka bentuk itu baik atau buruk, yang penting iklan mereka bisa jadi top of mind…