Pagi ini bangun dengan perasaan setengah segar, mata masih berkantung, jam 5 tepat beberapa saat setelah soulmate yang memang selalu membangunkanku setiap pagi.
Perasaan yang pertama keluar dari lubuk pakam, kok diriku langsung liat monitor ya? Laptop GoogleLabs kesayangan? layar 15,4 inchi yang tak pernah membuat mataku perih walau pernah 9 jam tanpa beranjak dari depan laptop.
Ternyata, dengan menekuk leher dan menarik dagu, kulihat sebentuk fenomena yang sekejab membuatku takjub! Ada pulau di atas kiborku! Dengan bentuk yang mirip pulau Bali, bentukan itu berjuang melewati segala celah yang ditimbulkan oleh para tuts yang tak pernah bisa bersatu.
Setelah mata ini sedikit membiasakan diri, ternyata pulau itu adalah sekumpulan fluida yang melebar -mungkin- karena pengaruh jaman. Dan tanpa sadar kuseka mulutku dengan tissue yang belum pernah habis sejak orangtuaku datang ke gubuk ini. Eh, kok rasanya kenal dengan fluida itu? Wew, rasanya akrab?


