1 Desember 2008, 9:06 WIB
whoooahhm…baru bangun…
Tadi malam nonton Loedroek ITB…kereeen… Judulnya NKRI (Negara Kerajaan Republik Indonesia). Yang maen para alumni, yang di balik panggung para mahasiswa aktif.
Awalnya sih, abis futsal diajakin temen sekampung untuk nonton. Sebenernya ga tertarik juga, tapi karena udah diajak ya ngikut aja. Ga lupa kubawa teropong intai and Mercy keduaku (tempat minum hadiah servis mobil..hehe..) menemani Rolex-ku…
Sampai disana ternyata udah mulai, ga dapat tempat duduk, berdiri…hiks…hiks… Tapi ternyata berdiri lebih asyik!! Semua adegan jadi terlihat jelas, apalagi di deket sound control jadi pas banget liatnya.
Lakonnya nyeritain sistem Negara ini yang sebenarnya memang warisan penjajah. Sistem Republik setelah dikaji merupakan bentuk negara favorit yang dianut oleh bekas negara jajahan. Tapi hasilnya, Republik tidak memerdekakan negara, malah membelenggunya. Baru sadar juga kalo sistem pergantian Presiden yang 5 tahun-an ternyata warisan penjajah yang mengganti Gubernur Jenderal di Hindia-Belanda setiap 5 tahun, dengan tujuan AGAR TIDAK SEMPAT MENJADI KUAT.
Loedroek ini benar-benar mewakili banyak lapisan dan inspirasi terpendam, cerita yang disajikan diambil satu inti tapi dalam banyak bentuk. Tokoh-tokohnyapun mewakili banyak segi manusia yang lama tidak terekspos dengan begitu jelas.
Di saat-saat akhir pementasan, ada seorang yang menyebut dirinya ‘senior’ yang muncul, dan berkata -sebagai intermezo konyol juga- bahwa dirinya sebenernya datang karena diundang, tapi malah ditodong untuk tampil. Denger cara penyampaiannya, rasanya kenal. Nah, pas adegan terakhir, beliau muncul tidak dengan make-up tebal -sebelumnya beliau tampil sebagai Raja Gajah- dan ternyata beliau Sujiwo Tedjo, seorang seniman terkenal di negeri ini yang juga merupakan pendiri Loedroek ITB! Wah, kesempatan langka nih..hehe..tanduk keluar.. Jadi, pas selesai acara, kudatangi beliau dan bercengkaram sebentar -sebentar, karena banyak wartawan/ti yang udah ngantri mau wawancara-, tapi cukup! Bahkan lebih dari cukup untuk melihat sebuah ketenangan berbicara dari seorang Sujiwo Tedjo! Dan juga beliau menitipkan pesan pribadi, katanya beliau udah tahu diriku dari seorang dosen di GajahDuduk sana -WEW…dasar anggota perkumpulan Simbah-simbah ember…(-.-’)-, semoga pesan beliau bisa kulaksanakan secara maksimal. Amin… Ga lupa juga photo bersama, haha..
Kesan, semoga para mahasiswa yang melihat bisa melihat makna dari cerita Loedroek tersebut, karena memang -menurutku- maknanya harus dipikir bener-bener…dan akhirnya mahasiswa jadi penopang bangsa yang akan menentukan nasib selanjutnya dari bangsa ini.
Pesan, semoga 5 tahun lagi seluruh anggota Loedroek ITB bisa menyajikan lagi Loedroek yang makin bernilai.
Viva Loedroek..!!!


